Bupati Kubu Raya Turun Langsung Padamkan Karhutla Rasau Jaya

Bupati Kubu Raya Sujiwo turun langsung padakan Karhutla di Rasau Jaya, dekat Bandara Supadio. Aksi nyata lawan asap & bahaya kesehatan. Baca selengkapnya tentang komitmen Pemkab Kubu Raya!

Bacalagi – Musim kemarau seringkali membawa momok yang sama: Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Di tengah kekhawatiran akan dampak buruk kabut asap, sebuah pemandangan langka dan penuh dedikasi tersaji di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bupati Kubu Raya, Bapak Sujiwo, tidak hanya memerintahkan, namun justru turun langsung padakan Karhutla di Rasau Jaya! Aksi nyata ini menjadi sorotan dan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memerangi bencana asap.

Karhutla Dekat Bandara Supadio: Ancaman Serius yang Harus Segera Dipadamkan

Lokasi kebakaran di Rasau Jaya ini bukan sembarangan. Berada relatif dekat dengan Bandara Supadio, potensi dampak kabut asap terhadap penerbangan sangat tinggi. Bayangkan, aktivitas vital seperti transportasi udara bisa terganggu, menghambat ekonomi, dan bahkan membahayakan keselamatan. Inilah yang mendasari respons cepat dari berbagai pihak, termasuk Bapak Bupati Kubu Raya sendiri.

Bacaan Lainnya

Api yang berkobar di lahan gambut dan semak belukar memang memerlukan penanganan ekstra. Lahan gambut dikenal sulit dipadamkan karena api bisa membara di dalam tanah selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, dan sewaktu-waktu bisa kembali menyala. Kondisi ini membuat upaya pemadaman menjadi lebih menantang dan membutuhkan kehadiran langsung dari pemimpin untuk memastikan koordinasi berjalan optimal.

Bacalagi – Syarif Kamaruzaman Resmi Dilantik Sebagai Pj Bupati Kubu Raya

Aksi Nyata Bapak Bupati: Lebih dari Sekadar Perintah

Pada Jumat, 27 Juni 2025 lalu, langit Kubu Raya diselimuti asap pekat dari titik api di Rasau Jaya. Tanpa ragu, Bapak Bupati Sujiwo, didampingi oleh Kapolres Kubu Raya, Dandim, dan tim gabungan Manggala Agni serta BPBD, langsung bergerak menuju lokasi. Mereka terlihat bahu-membahu, memegang selang air dan berjuang melawan jilatan api.

“Ini bukan hanya tugas tim pemadam, tapi tugas kita bersama,” tegas Bupati Sujiwo di lokasi. “Saya harus memastikan langsung bahwa upaya pemadaman berjalan maksimal. Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama.”

Kehadiran beliau di garis depan bukan hanya simbolis. Ini memberikan semangat bagi para petugas di lapangan dan menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk melindungi warganya dari bahaya kabut asap. Masyarakat yang menyaksikan pun merasakan langsung keseriusan pemimpinnya.

Bahaya Kabut Asap dan Imbauan Tegas kepada Masyarakat

Di sela-sela upaya pemadaman, Bupati Kubu Raya juga tak henti-hentinya memberikan peringatan dan imbauan kepada masyarakat. Beliau mengingatkan tentang bahaya kabut asap yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kubu Raya, khususnya di Rasau Jaya, untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Baik untuk membersihkan lahan pertanian atau alasan lainnya,” ujar Bupati. “Dampak kabut asap ini sangat merugikan kita semua. Selain mengancam kesehatan, juga mengganggu aktivitas sehari-hari dan merusak lingkungan.”

Penegasan ini sangat penting mengingat pembakaran lahan secara sengaja masih menjadi penyebab dominan Karhutla di Indonesia. Pemerintah daerah terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang bahaya ini dan menawarkan solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk pengelolaan lahan.

Kolaborasi dan Komitmen: Kunci Menghadapi Karhutla

Peristiwa di Rasau Jaya ini menjadi cerminan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi erat dari semua pihak: pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga partisipasi aktif masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kuat, diharapkan bencana kabut asap yang sering melanda dapat diminimalisir.

Aksi Bupati Kubu Raya yang turun langsung padakan Karhutla di Rasau Jaya adalah contoh nyata kepemimpinan yang responsif dan berpihak kepada rakyat. Semoga semangat ini terus menular dan Kubu Raya bisa bebas dari jerat asap di masa depan.

Pos terkait