Pontianak dan Kubu Raya Berlakukan Sistem Satu Arah di Sungai Raya Dalam

Kuburaya

Bacalagi – Pemerintah Kota Pontianak bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersiap menerapkan sistem satu arah di Jalan Sungai Raya Dalam mulai tahun 2026. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab persoalan kemacetan yang selama ini kerap terjadi di salah satu jalur penghubung utama antara dua wilayah tersebut.

Sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi, Sungai Raya Dalam memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan kerja, akses pendidikan, hingga distribusi barang dan jasa. Seiring pertumbuhan jumlah kendaraan dan meningkatnya aktivitas ekonomi, pengaturan lalu lintas dinilai perlu disesuaikan agar tetap efektif dan aman bagi pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

Kebijakan Lalu Lintas yang Disiapkan Sejak Dini

Rencana pemberlakuan sistem satu arah bukanlah keputusan instan. Pemerintah daerah telah melakukan kajian lalu lintas secara bertahap, termasuk pemetaan kepadatan kendaraan, titik rawan kemacetan, serta pola pergerakan harian masyarakat. Dari hasil evaluasi tersebut, sistem dua arah yang berlaku saat ini dianggap tidak lagi optimal.

Dengan penerapan jalan satu arah, arus kendaraan diharapkan menjadi lebih lancar dan terkontrol. Pengurangan konflik antar kendaraan, peningkatan kecepatan rata-rata perjalanan, serta penurunan potensi kecelakaan menjadi target utama dari kebijakan ini.

Sinergi Pontianak dan Kubu Raya

Keunikan Jalan Sungai Raya Dalam terletak pada posisinya yang berada di wilayah perbatasan administrasi. Karena itu, penerapan sistem satu arah membutuhkan koordinasi lintas daerah yang solid. Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sepakat menyelaraskan kebijakan agar tidak menimbulkan kebingungan bagi masyarakat.

Kolaborasi ini mencakup penyesuaian rambu lalu lintas, rekayasa jalan pendukung, hingga kesamaan pola sosialisasi kepada pengguna jalan. Sinergi antardaerah dinilai menjadi kunci keberhasilan penerapan sistem satu arah secara berkelanjutan.

Dampak Bagi Pengendara dan Warga Sekitar

Bagi pengendara yang sehari-hari melintasi Sungai Raya Dalam, perubahan sistem lalu lintas tentu memerlukan penyesuaian. Rute perjalanan kemungkinan akan berubah, terutama pada fase awal penerapan. Meski demikian, pemerintah memastikan akan menyediakan jalur alternatif yang memadai.

Dalam jangka panjang, sistem satu arah diproyeksikan membawa manfaat nyata. Waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat, konsumsi bahan bakar dapat ditekan, dan kenyamanan berkendara meningkat. Warga yang bermukim dan memiliki usaha di sepanjang jalan tersebut juga diharapkan merasakan dampak positif dari lalu lintas yang lebih tertib.

Persiapan Menuju Implementasi Tahun 2026

Menjelang tahun penerapan, pemerintah daerah akan melakukan sejumlah langkah teknis. Pemasangan rambu lalu lintas yang jelas dan informatif menjadi prioritas utama. Selain itu, marka jalan akan diperbarui untuk memudahkan pengendara memahami arah perjalanan.

Sosialisasi kepada masyarakat juga akan dilakukan secara intensif. Informasi terkait arah jalan, waktu penerapan, serta skema rekayasa lalu lintas akan disampaikan melalui berbagai kanal, termasuk media massa dan media sosial. Langkah ini bertujuan agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Bupati Kubu Raya (@sujiwo99)

Tantangan dan Evaluasi Berkala

Seperti kebijakan lalu lintas lainnya, penerapan sistem satu arah di Sungai Raya Dalam tidak lepas dari tantangan. Potensi kepadatan di ruas jalan alternatif perlu diantisipasi melalui pengaturan tambahan. Oleh sebab itu, evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan.

Penegakan aturan lalu lintas juga akan dilakukan secara bertahap dan persuasif. Pemerintah berharap partisipasi aktif masyarakat dapat mempercepat keberhasilan penerapan sistem satu arah.

Upaya Mewujudkan Lalu Lintas Berkelanjutan

Pemberlakuan sistem satu arah di Sungai Raya Dalam mencerminkan komitmen Pontianak dan Kubu Raya dalam membangun sistem transportasi yang lebih tertata dan berkelanjutan. Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk mengatasi kemacetan jangka pendek, tetapi juga sebagai fondasi penataan lalu lintas di masa depan.

Dengan perencanaan yang matang, koordinasi lintas daerah, serta dukungan masyarakat, sistem satu arah ini diharapkan menjadi solusi efektif dan berkelanjutan bagi mobilitas di kawasan Sungai Raya Dalam.

Pos terkait