Bacalagi – Kawasan Sungai Raya Dalam (Serdam) kini resmi menyandang status sebagai Pusat Kuliner Kalimantan Barat. Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak. Sejak lama dikenal sebagai sentra jajanan malam, Serdam kini naik kelas dengan konsep penataan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Peresmian pusat kuliner tersebut berlangsung pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, dan disambut antusias oleh masyarakat. Ribuan pengunjung memadati kawasan ini untuk menikmati beragam sajian kuliner yang ditawarkan oleh pelaku usaha lokal. Kehadiran pusat kuliner ini tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang interaksi sosial dan ekonomi yang hidup.
Dari Kawasan Ramai Menjadi Ikon Kuliner Provinsi
Serdam sejatinya sudah lama menjadi tujuan favorit warga untuk berburu kuliner malam. Tanpa banyak promosi, kawasan ini tumbuh secara alami melalui aktivitas masyarakat dan pelaku UMKM. Melihat potensi tersebut, pemerintah daerah kemudian mengambil langkah strategis dengan melakukan penataan dan menetapkannya sebagai pusat kuliner resmi tingkat provinsi.
Langkah ini bertujuan untuk memberikan kepastian bagi pelaku usaha, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta menciptakan standar kawasan kuliner yang lebih tertib dan menarik. Dengan status baru ini, Serdam diproyeksikan menjadi wajah baru wisata kuliner Kalimantan Barat yang mampu bersaing dengan daerah lain.
Dorongan Nyata bagi UMKM Lokal
Penetapan Sungai Raya Dalam sebagai pusat kuliner membawa angin segar bagi pelaku UMKM. Ratusan pedagang kini memiliki ruang usaha yang lebih tertata dengan sistem zonasi yang jelas. Berbagai jenis makanan tersedia, mulai dari kuliner tradisional khas Kalbar, aneka olahan laut, jajanan nusantara, hingga menu modern yang digemari generasi muda.
Bagi UMKM, keberadaan pusat kuliner ini membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus memperluas jangkauan pasar. Arus pengunjung yang stabil setiap malam menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah di kawasan tersebut.
Penataan Kawasan yang Lebih Nyaman dan Estetis
Selain fokus pada aktivitas ekonomi, pemerintah juga melakukan penataan infrastruktur untuk mendukung kenyamanan pengunjung. Penerangan jalan diperbaiki, area pedestrian dirapikan, serta tata letak lapak kuliner diatur agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Nuansa malam di Serdam kini terasa lebih hidup dengan pencahayaan yang tertata dan suasana yang ramah bagi keluarga. Hal ini menjadikan kawasan kuliner tidak hanya ramai, tetapi juga aman dan nyaman untuk dikunjungi berbagai kalangan.
Digitalisasi dan Modernisasi Transaksi
Seiring perkembangan zaman, pusat kuliner Sungai Raya Dalam juga didorong untuk beradaptasi dengan sistem transaksi modern. Penggunaan pembayaran non-tunai seperti QRIS mulai diterapkan oleh para pedagang. Langkah ini tidak hanya memudahkan pengunjung, tetapi juga membantu UMKM dalam pencatatan keuangan yang lebih rapi dan transparan.
Digitalisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih profesional dan siap bersaing di era ekonomi digital. Dengan dukungan berbagai pihak, UMKM di Serdam diharapkan mampu terus berkembang secara berkelanjutan.
Antisipasi Kemacetan dan Pengelolaan Lalu Lintas
Lonjakan jumlah pengunjung tentu membawa tantangan tersendiri, terutama terkait lalu lintas dan parkir. Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, termasuk pengaturan arus kendaraan dan rencana rekayasa lalu lintas di jam-jam padat.
Tujuan dari pengelolaan ini adalah menjaga kelancaran mobilitas warga sekitar tanpa mengurangi daya tarik kawasan kuliner. Penataan yang matang menjadi kunci agar aktivitas ekonomi dan kenyamanan publik dapat berjalan seimbang.
Kuliner sebagai Identitas dan Daya Tarik Wisata
Lebih dari sekadar tempat makan, pusat kuliner Sungai Raya Dalam diharapkan mampu merepresentasikan identitas kuliner Kalimantan Barat. Setiap hidangan yang disajikan mencerminkan kekayaan rasa dan budaya lokal yang diwariskan turun-temurun.
Wisata kuliner menjadi salah satu sektor yang paling mudah menarik wisatawan, baik lokal maupun luar daerah. Dengan konsep yang matang, Serdam berpotensi menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang ingin mengenal Kalbar melalui cita rasa khasnya.
Ke depan, pusat kuliner Sungai Raya Dalam tidak hanya ditargetkan ramai secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dalam pengelolaan. Pemerintah menargetkan pengembangan berkelanjutan melalui peningkatan fasilitas, pembinaan UMKM, serta promosi wisata yang lebih luas.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan kawasan ini. Dengan dukungan semua pihak, Serdam diyakini mampu tumbuh sebagai ikon kuliner Kalimantan Barat yang membanggakan dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.








