banner 728x250

Pandemi Covid-19: Kebijakan Berbasis Foresight Menjawab Tantangan Era VUCA

  • Bagikan
banner 468x60
banner 468x60

Lalu pertanyaannya bagaimana peran kebijakan publik dalam menangani persoalan yang amat kompleks itu, dan apakah birokrasi publik di Indonesia mampu menterjemahkan kebijakan itu dalam menghadapi kemerlutan persoalan di era VUCA. Berdasarkan pangalaman selama berdiskusi baik di ruang kelas bersama para dosen hingga sesama mahasiswa lainya, berbagai bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah saat ini masih jauh dari esensinya dalam mengatasi persoalan di tengah masyarakat.

banner 336x280

Beberapa temuan ini dapat menjadi bukti bahwa berbagai kebijakan itu gagal dalam mengatasi kebutuhan masyarakat, pertama kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat dengan daerah, serta antar kementrian dan kelembagaan negara di Indonesia masih banyak yang belum selaras, tumpang-tindih kebijakan. Kedua berbagai kebijakan dan Renstra yang dibuat seringkali bersifat kaku, lebih mengedepankan prosedural yang Panjang ketimbang inovasi. Ketiga integrasi jaringan dan mengupayakan satu data Indonesia terbilang lambat dijalankan, padahal peraturan sudah ada sejak lama, jauh ketinggalan dengan negara-negara yang memulai dari start yang sama, contoh Korea Selatan.

Dari berbagai latar belakang yang menghambat metode Foresight dalam membuat kebijakan dan makin menjauhkan kemampuan negara dalam menghadapi tantangan era VUCA. Berdasarkan data statistik BKN-RI, saat ini jumlah ASN di Indonesia mencapai angka 4.17 juta jiwa. Dari 4.17 juta tersebut sebagian besar diantara mereka berusia 51-55 tahun dengan jumlah 829 ribu orang, usia 56-60 tahun berjumlah 749 ribu orang, usia 21-25 tahun berjumlah 69,5 ribu orang dan usia 18-20 tahun berjumlah 869 orang. Ini artinya lembaga aparatur sipil negara Indonesia di dominasi oleh kelompok generasi baby boomers (1946-1967) dan generasi X (1968-1980), dan dengan itu artinya bahwa segala bentuk kebijakan yang ada saat ini adalah peninggalan dari generasi tersebut.

Pernyataan ini bukanlah bentuk dari mendiskreditkan mereka tetapi, ini merupakan fakta bahwa generasi baby boomers dan generasi X akan dipaksakan untuk memahami VUCA dengan dimensi-dimensi diantaranya, keharusan dalam kecepatan adaptif, ketepatan perubahan, penguasaan Artificial Intelligence, memahami situasi supra nasional maupun global dan tentunya dengan tidak meninggalkan prinsip transparansi, akunatbilitas, efektifitas, dan efisiensi. Dalam menghadapi tantangan era VUCA pemerintah ataupun birokrasi hanya dapat menjawabnya dengan memahami VUCA itu sendiri. Artinya menantang VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) dengan VUCA (Vision, Understanding, Clarity, dan Agile).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *