banner 728x250

CHAIRUL TANJUNG, PEMILIK CT CORP INDONESIA

  • Bagikan
banner 468x60
banner 468x60

Bacalagi – Chairul Tanjung adalah pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp.

Biografi Chairul Tanjung

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada 16 Juni 1962 ini merupakan anak dari pasangan Abdul Gafar Tanjung dan Halimah. Ia lahir dengan enam bersaudara. Setelah menginjak dewasa ia menikah dengan Anita Ratnasari Tanjung. Kemudian dikaruniai dua orang anak bernama putri Indah sari Tanjung dan Rahmat Dwiputra Tanjung.

banner 336x280

Masa kecil Chairul Tanjung sangat jauh dari gelimangan harta. Dulu, ayahnya bekerja sebagai wartawan media cetak pada era Orde Lama. Kondisi keuangan keluarga Chairul Tanjung semakin buruk ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup pemerintah saat itu. Keadaan ekonomi yang susah membuat keluarga Chairul Tanjung memutuskan untuk menjual rumah guna mencukupi kebutuhan. Mereka pun tidur di suatu losmen kecil dan penuh sesak. Tekanan tersebut tidak lantas membuat semangatnya menurun.

Pendidikan dasar Chairul Tanjung ditempuh di Sekolah Dasar Van Lith Jakarta. Kemudian, ia melanjutkan jenjang Sekolah Menengah Pertama di SMP Van Lith juga. Lulus dari SMP, Chairul melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Jakarta. Pada tahun 1981, ia lulus dan melanjutkan jenjang pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Gigi UI. Ia berhasil meraih gelar sarjana pada 1987.

Tidak berhenti di situ, ia pun melanjutkan jenjang magister di Institut Pendidikan serta Pembinaan Manajemen pada 1993. Chairul Tanjung adalah pemuda yang berprestasi. Karena kecerdasan dan keteladannya, ia berhasil terpilih sebagai mahasiswa teladan Nasional tahun 1984 sampai 1985.

Kegigihan Chairul Tanjung dalam merintis bisnis

Chairul Tanjung telah memulai bisnis sejak di bangku kuliah. Awalnya, ia berjualan untuk membiayai kuliahnya. Mulai dari jualan buku kuliah hingga berjualan kaos dan membuka jasa fotokopi. Selain berjualan buku dan kaos, Chairul Tanjung juga pernah membuka toko yang menjual alat kedokteran serta alat laboratorium. Namun, karena suatu hal bisnis tersebut bangkrut.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia, Chairul Tanjung mulai fokus merintis bisnis. Awalnya, ia membuka bisnis ekspor sepatu anak. Ia menjalankan bisnis ini bersama tiga orang temannya. Bisnis yang dinamai PT Pariarti Shindutama ini menghabiskan modal 150 juta yang dipinjam dari bank.

PT yang didirikan pada 1987 tersebut lambat laun mulai memberikan hasil memuaskan. Bahkan, pernah mendapatkan pesanan dari Italia sebanyak 160 ribu pasang sepatu. Akan tetapi, pada akhirnya Chairul Tanjung memutuskan untuk keluar dari perusahaan yang telah dibangun tersebut lantaran problem internal.

Selain memiliki kepiawaian dan naluri yang baik dalam bidang bisnis, Chairul juga merupakan pria yang memiliki relasi sangat luas. Ayah dari dua orang anak ini tidak memilih – milih dengan siapa ia menjalin relasi. Mulai dari kalangan atas, hingga para pekerja – pekerja kelas bawah yang mungkin banyak orang menganggap mereka tidak ‘selevel’ dengan seorang Chairul Tanjung.

Dengan keahlian yang dimilikinya dan luasnya relasi dari Chairul, kesuksesan pun perlahan datang. Chairul kemudian mendirikan Para Group yang memiliki sebuah perusahaan ‘payung’ bernama Para Inti Holdindo. Chairul pun berusaha memusatkan bisnisnya pada tiga sektor yaitu keuangan (finansial), multimedia dan properti.

Untuk mengorganisir sektor keuangan, Chairul memiliki anak perusahaan bernama Para Global Investindo. Dalam sektor multimedia dan investasi, ia mendirikan Para Inti Investindo. Sedangkan untuk sektor properti, ia mendirikan Para Inti Propertindo.

Awal mula CT CORP

Dalam menjalankan usahanya, Chairul lebih gemar melakukan akuisisi terhadap perusahaan – perusahaan lain dibanding membangunnya dari awal. Salah satu akuisisi dari Chairul yang paling terkenal adalah Bank Karman yang kemudian diubah namanya menjadi Bank Mega. Selain itu, ia juga membeli sebagian besar saham dari Carefour Indonesia sebesar 40% melalui perusahaannya yang bernama Trans Corp.

Pembelian itu diresmikan pada bulan Maret 2010. Penandatanganan penjualan saham tersebut bahkan tidak dilakukan di Indonesia melainkan di Prancis.

Berselang satu tahun kemudian, pada 1 Desember 2011, Chairul merubah nama Para Group menjadi CT Corp yang dikenal sekarang ini. CT Corp sendiri terdiri dari tiga perusahaan anak yaitu Mega Corp, CT Global Resources, dan Trans Corp atau Trans TV

banner 336x280
Penulis: Nafis Firdaus NuzulaEditor: Rahmad Widyo Utomo
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *